BAB 6 TRANSLASI MATA UANG ASING

 

TUGAS SOFTSKILL

AKUNTANSI INTERNASIONAL

TRANSLASI MATA UANG ASING

Kelompok 11:

  1. Nurulinar Handayani (25212555)
  2. Ridwan Maryoto (26212319)
  3. Sri Ayu Setiawati (27212113)

 

BAB 6

ALASAN TRANSLASI MATA UANG ASING

            Proses pelaporan informasi dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translation. Banyak permasalahan yang berhubungan dengan translasi mata uang asing diantaranya adalah Tingkat variabilitas nilai tukar, dikombinasikan dengan perbedaan antara metode translasi mata uang asing dan penanganan terhadap translasi mata uang asing keuntungan dan kerugian, sulit untuk membandingkan hasil suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya, ataupun perbandingan dalam suatu perusahaan dari periode satu dengan periode lainnya.

Tiga alasan tambahan dalam translasi mata uang asing: mencatat transaksi mata uang asing, memperhitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang asing, dan berkomunikasi dengan peminat saham asing.

Transaksi mata uang asing, seperti pembelian produk dari Cina oleh importer Kanada, harus ditranslasikan mata uangnya karena laporan keuangan tidak dapat dipersiapkan dari pembukuan yang menggunakan lebih dari satu mata uang.

LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI

Translasi mata uang asing tidaklah sama dengan konversi, yaitu translasi mata uang secara fisik.Translasi mata uang asing merupakan translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan poundsterling Inggris yang disajikan ulang dalam padanannya dolar AS.

Neraca mata uang asing ditranslasikan terhadap padanannya mata uang domestic oleh nilai tukar mata uang asing. Mata uang pada perdagangan Negara-negara utama dibeli dan dijual pada pasar global. Dengan menyediakan tempat untuk para peminat dan penjual mata uang, pasar translasi mata uang asing memfasilitasi transfer pembayaran internasional (Seperti dari importer ke eksportir),serta memberikan cara yang baik bagi individu ataupun perusahaan untuk berjaga-jaga dari nilai mata uang yang tidak stabil.

Transaksi mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap. Kurs di pasar spot dipengaruhi berbagai faktor, termasuk juga perbedaan tingkat inflasi antar Negara. Perbedaan pada saham nasional, dan ekspetasi mengenai arah tingkat mata uang selanjutnya. Kurs pada pasar spot bersifat langsung atau tidak langsung. Pada translasi secara langsung, kurs menetapkan jumlah unit mata uang domestic yang dibutuhkan untuk mendapatkan unit mata uang asing, begitupun sebaliknya.

Transaksi pada pasar forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang yang telah ditetapkan untuk masa yang akan datang, dan mendapat potongan atau premi dari pasar spot. Pasar forward dan pasar spot sering kali memasukkan translasi bid and ask (penawaran dan permintaan). Translasi bid adalah apa yang dibayar oleh perantara mata uang asing kepada Anda untuk mata uang asing., translasi ask adalah tingkat di mana oerantara akan menjual mata uang asing kepada Anda.

Contoh Translasi Mata Uang Asing pada Pasar Spot dan Forward

Mata Uang Mata Uang Asing dalam Dolar Dolar dalam Mata Uang Asing
Penawaran Permintaan   Penawaran Permintaan  
poundsterling Inggris 1,9585 19590 0,5105 0,5104
1 bulan 1,9574 1,9598 0,5102 0,5109
3 bulan 1,9578 1,9604 0,5101 0,5108
6 bulan 1,9576 1,9604 0,5101 0,5108
euro Uni Eropa 1,3251 1,3256 0,7546 0,7543
1 bulan 1,3261 1,3279 0,754 0,753
3 bulan 1,3297 1,331 0,752 0,7513
6 bulan 1,3343 1,3361 0,7494 0,7484
yen Jepang 0,008557 0,0085535 116,86 116,91
1 bulan 0,00859 0,0086 116,41 116,91
3 bulan 0,00866 0,00866 115,47 115,47
6 bulan 0,00876 0,00876 114,115 114,15
franc Swiss 0,8321 0,8318 1,2017 1,2022
1 bulan 0,8347 0,8353 1,2017 1,2022
3 bulan 0,839 0,8397 1,1909 1,1918
6 bulan 0,8455 0,8462 1,1817 1,1827

 Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward yang simultan, atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang. Para investor sering kali menggunakan transaksi swap untuk mendapatkan untung dari tingkat saham Negara asing yang tinggi sementara simultan berjaga-jaga terhadap pergerakan nilai tukar yang tidak stabil.

 

EFEK LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KURS ALTERNATIF TRANSLASI MATA UANG ASING

Tiga kurs translasi yang digunakan untuk mentranslasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestic, yaitu:

  • Kurs saat ini; kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan.
  • Kurs historis; translasi mata uang yang berlaku saat asset dengan mata uang pertama kali didapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul.
  • Kurs rata-rata; nilai rata-rata biasa atau dengan pembobotan baik pada kurs historis atau saat ini.

 

TRANSAKSI MATA UANG ASING

Kriteria Mata Uang Fungsional

Faktor Ekonomi Mata Uang Lokal sebagai Mata Uang Fungsional Mata Uang Induk Perusahaan sebagai Mata Uang Fungsional
Arus Kas Menggunakan mata uang local dan tidak berpengaruh terhadap arus kas Berpengaruh secara langsung terhadap arus kas dan dikembalikan ke induk perusahaan
Harga Jual Sangat tidak peduli dengan tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompetisi local Responsif terhadap perubahan nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional
Harga Pasar Kebanyakan pada negara adidaya dan menggunakan mata uang local Kebanyakan pada negara induk dan menggunakan mata uang negara induk
Anggaran Biaya Sering terjadi pada daerah local Sangat berkaitan dengan faktor produktif yang diberikan dari induk perusahaan
Keuangan Menggunakan mata uang local dan dilayani oleh operasional local Diberikan oleh induk perusahaan atau bergantung pada induk perusahaan agar memenuhi kewajiban jangka panjang
Internal Perusahaan Jarang, tidak ekstensif Sering kali dan transaksi yang ekstensif

 

  • Perspektif Transaksi Tunggal

Pada transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar (baik stabil atau tidak) dimasukkan sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal. Contoh berikut ini memberikan gambaran atas cara tersebut.

Pada 1 September 2008, dalam pembukuan perusahaan manufaktur AS melakukan penjualan produk pada importir Swedia sebesar 1 juta krona Swedia (SEK) secara kredit. Nilai tukar dolar / krona adalah $0,14 = SEK 1, krona tersebut dalama waktu 90 hari, dan perusahaan AS. Juga beroperasi berdasarkan tahun kalender, nilai krona mulai melemah sebelum seluruh pembayaran selesai. Pada akhir bulan, nilai tukar dolar / krona adalah $0,31 = SEK 1;pada 1 Desember 2008, $0,11 = SEK 1. Transaksi tersebut terdapat pada tampilan berikut.

  • Perspektif Transaksi Ganda

Pada perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.

Pencatatan perusahaan AS; perspektif transaksi tunggal.

    Mata Uang Asing Padanannya Dolar AS
1 Sep, 2008 Piutang Dagang

Penjualan

(untuk mencatat penjualan secara kredit)

 

SEK 1.000.000

SEK 1.000.000

$140.000

$140.000

30 Sep, 2008 Penjualan

Piutang Dagang

Untuk menyesuaikan pembukuan perubahan nilai

Tukar awal:

SEK 1.000.000 50,14

-SEK 1.000.000 50,14

 

  10.000

10.000

1 Des, 2008 Laba ditahan

Piutang Dagang

(untuk menyesuaikan pembukuan terhadap tambahan perubahan niali tukar. SEK 1.000.000 x 50,13 minus SEK 1.000.000 x 50,11)

 

  20.000

20.000

1 Des, 2008 Mata Uang Asing

Piutang Dagang

(untuk pencatatan perjanjian di luar penerimaan mata asing)

SEK 1.000.000

SEK 1.000.000

110.000

110.000

Melemahnya krona antara September sampai 1 Desember akan menghasilkan nilai tukar (contoh,kerugian pada transaksi yang tidak stabil), sertapiutang pada mata uang asing pada 1 Desember 2008 dengan nilai tukar yang lebih rendah hanya akan memberikan kerugian lain (contoh, kerugian padan transaksi yang stabil). Lihat tampilan dibawah ini.

    Mata Uang Asing Padannanya Dolar AS
1 Sep, 2008 Piutang Dagang

Penjualan

(untuk mencatat penjualan secara kredit pada nilai tukar 1 Sep, 2008)

 

SEK1.000.000

SEK 1.000.000

$140.000

$140.000

30 Sep, 2008 Kerugian Nilai Tukar asing

Piutang Dagang

(untuk mencatat perubahan nilai tukar awal)

 

  10.000

10.000

1 Des, 2008 Mata uang Asing

Kerugian mata uang asing

Piutang dagang

(untuk mencatat perjanjian penerimaan mata uang asing)

SEK 1.000.000

 

 

SEK 1.000.000

110.000

20.000

 

130.000

 

TRANSLASI MATA UANG ASING

Perusahaan yang beroperasi secara internasional menggunakan berbagai metode untuk  menunjukan asset, utang, pendapatan, dan beban dalam mata uang domestik yang dinyatakan dalam mata uang asing. Metode translasi mata uang asing dapat di klasifikasikan dua tipe: mereka yang menggunakan nilai tukar mata uang asing tunggal untuk mengembalikan neraca asing ke mata uang domestik mereka dan menggunakan nilai tukar mata uang ganda. Tampilan 6-7 ringkasan cara spesifik neraca item pada kedua metode translasi mata uang asing.

  • Metode Nilai Tukar Tunggal

Metode nilai tukar tunggal sebagai metode kurs saat ini telah lama popular di Eropa. Yang mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga penutupan atau harga saat itu, terhadap semua saham dan utang asing. Pendapatan dan bebab mata uang asing di translasikan pada nilai tukar yang berlaku saat item tersebut diakui dengan rata-rata nilai tukar saat itu tiap periode.

Tampilan 6-7 Nilai Tukar Menggunakan Metode Translasi Mata Uang Asing Berbeda untuk Neraca Item yang Spesifik.

                                                               Current                                                              Kurs

                                        Current         Noncurrent           Moneter Nonmoneter           sementara

 

Kas

Piutang

Persediaan

Biaya

Pasar

Investasi

Biaya

Pasar

Asset tetap

Asset lain-lain

Utang dagang

Utang jangka panjang

Saham biasa

Laba ditahan

 

C

C

 

C

C

C

C

C

C

C

C

C

H

*

 

C

C

 

C

C

 

H

H

H

H

C

H

H

*

 

C

C

 

H

H

H

H

H

H

H

C

C

H

*

 

C

C

 

H

C

H

H

C

H

H

C

C

H

*

Catatan: C, current rate (kurrs saat ini); H,historical rate (kurshistoris); dan *, milai sisa, gambaran penyetaraan merepresentasikan sebuah gambaran kurs saat ini secara berturut-turut.

Pada metode tunggal, laporan keuangan operasional asing memiliki laporan domisili tersendiri: keadaan mata uang local di mana anak perusahaan berbisnis. Hasil gabungan tersebut memperlihatkan pespektif keuangan pada tiap kesatuan yang menghasilkan gabungan total, bukan perspektif nilai mata uang yang digunakan induk perusahaan.

Terdapat definisi, metode kurs saat ini memperkirakan bahwa semua modal mata uang local termasuk dalam risiko translasi karena padanannya kurs saat ini mengubah semua modal mata uang asing setiap ada perubahan pada nilai tukar. Ketidaktetapan tersebut sesuai dengan realitas ekonomi, karena nilai asset tetap dan persediaan secara umum didukung oleh inflasi local.

Mentranslasikan mata uang asing seluruh neraca dengan kurs saat ini memberikan keuntungan dan kerugian setiap ada perubahan pada nilai tukar.  Merelesikan penyesuaian nilai tukar tersebut dalam pendapatan lancer dapat mengubah cara pelaporan proorma perusahaan.

  • Metode Nilai Tukar Ganda

Metode nilai tukar ganda mengkombinasikan kurs ssat ini dan kurs historis dalam proses translasi mata uang asingnya.

  1. Metode Current-Noncurrent

Pada metode ini, asset lancar yang dimiliki anak perusahaan saat itu(contoh, asset yang biasanya bias dikonversi ke kas dalam satu tahun) dan utang lancar (kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun) di translasikan kedalam mata uang induk perusahaan mereka pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini. Item laporan laba rugi (kecuali biaya depresiasi dan amortasi) ditranslasikan pada aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan atau rata-rata dasar tambahan yang mencangkup seluruh periode yang dilaporkan. Biaya depresiasi dan amortisasi ditranslasikan pada kurs historis dengan pengaruh saat modal yang dimiliki didapatkan

Sangat disayangkan, metode ini sering kali tidak sesuai dengan kenyataan. Dengan menggunakan kurs akhir bulan untuk translasi mata uang asing asset saat itu mengimplikasikan bahwa semua kas, piutang, dan persediaan dalam mata uang asing dimasukan ke dalam risiko nilai tukar; dengan kata lain, akan bernilai lebih atau kurang dalam mata uang perusahaan induk jika terjadi perubahannilai tukar mata uang dalam setahun. Hal ini secara sederhana tidak benar. Banyak yang menganggap hal tersebut akan tidaksesuai dengan kenyataan, karena analisis selalu menggunakan nilai yang dapat dicapai pada kewajiban jangka panjang perusahaan. Lebih jauh lagi, deinisi current dan noncurrent selalu saja merupakan sebuah skema klarifikasi, bukan lah justifikasi konseptual pada nilai tukar yang digunakan dalam translasi mata uang.

  1. Metode Moneter Nonmoneter

Metode moneter-nonmoneter juga menggunakan skema klasiikasi neraca untuk menentukan nilai tukar mata uang asing yang sesuai. Item nonmoneter (asset tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan) ditranslasikan dalam kurs historis. Item laporan labarugi di translasikan dengan prosedur yang sama dengan dijelaskan untuk konsep current-noncurrent. Metode ini melihat asset dan kewajiban moneter sebagai risiko nilai tukar. oleh karena item moneter dimasukkan dalam kas, penggunaan kurs saat ini untuk translasi mata uang asing, item tersebut menghasilkan indicator waktu atas efek nilai tukar dalam periode di mana nilai tukar berubah.

Metode moneter-nonmoneter kurang tepat bagi aset-aset yang di nilai berdasarkan nilai pasar terkini (contoh, investasi, dalam sekuritas dan persediaan, serta aset tetap dicatat kedalam harga pasar). Metode tersebut juga mengubah margin laba pada penjualan yang sesuai dengan harga saat ini dan kurs translasi dengan biaya dari penjualan yang dihitung pada harga perolehan dan kurs translasi.

  1. Metode Kurs Sementara

Dengan metode kurs sementara, translasi mata uang asing tidak mengubah sifat sebuah item yang dihitung; hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan saja. Translasi mata uang asing neraca disajikan ulang menggunakan mata uang item tersebut bukan penilaian actual. Pada GAAP AS, nilai kas dihitung berdasarkan jumlah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan hutang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan untuk diterima atau dibayar pada waktu jatuh temponya. Aset dan kewajiban lain-lain dihitung dengan harga uang yang berlaku pada saat item diterima (harga perolehan).

Pada metode kurs sementara, item moneter seperti kas, piutang, dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai. Item nilai nonmoneter ditranslasikan pada kurs yang menjaga dasar perhitungan awal. Aset yang dihitung harga perolehannya pada laporan dengan mata uang asing ditranslasikan pada kurs historis yang menghasilkan dalam mata uang domestik.

Oleh karena kemiripan dengan metode moneter-nonmoneter, metode kurs memberikan banyak keuntungan dan kerugian. Mengabaikan inflasi local secara bebas, metode tersebut memberikan batasan terhadap metode translasi mata uang asing lain.

Metode kurs saat ini memperkirakan bahwa seluruh operasional asing ditunjukan dalam risiko nilai tukar karena semua aset dan kewajiban ditranslasikan pada kurs nilai tukar akhir tahun. Metode current-noncurrent memperkirakan hanya aset dan kewajiban lancar yang dikenakan. Sebaliknya, metode kurs sementara telah didesain untuk  mempertahankan dasar teoritis perhitungan akuntansi yang digunakan dalam mempersiapkan laporan keuangan yang ditranslasikan ke mata uang asing.

Efek Laporan Keuangan

Tampilan 6-8  Neraca Anak Perusahaan Meksiko

Dolar AS sebelum                        Dolar AS Setelah Depresiasi Peso ($0,09)

Devaluasi Peso                             MXN1)

 

 

Peso

 

($0,11=MXN1) Currentrate Current-noncurrent Moneter-nonmoneter Kurs sementara
Aset

Kas

Piutang

Persediaan

Aset tetap

Total

Kewajiban dan ekuitas pemilik

Kewajiban jangka pendek

Kewajiban jangka panjang

Modal pemilik

Total

Pengenaan akuntansi

Keuntungan

(kerugian)

Translasi mata uang asing ($)

 

3000

6000

9000

18.000

36.000

 

 

9000

 

12.000

 

15.000

36.000

 

 

 

$330

600

990

1.980

$3.960

 

 

$990

 

1.320

 

1.650

$3.960

 

 

$270

540

810

1.620

$3.240

 

 

$810

 

1.080

 

1.350

$3.240

 

 

15.000

 

 

 

(300)

 

$270

540

810

 

$3.240

 

 

$810

 

1.320

 

1.470

$3.600

 

 

9.000

 

 

 

(180)

 

$270

540

990

 

$3.780

 

 

$810

 

1.080

 

1.890

$3.780

 

 

(12.000)

 

 

 

240

 

$270

540

810

1.980

$3.600

 

 

$810

 

1.080

 

1.710

$3.600

 

 

(3.000)

 

 

 

60

Catatan; jika nilai tukar tidak berubah, laporan yang ditranslasikan akan memiliki hasil yang sama walaupun menggunakan metode yang berbeda. Asumsikan bahwa persediaan berada dibawah harga atau nilai pasar. Jika dibawah dalam harga perolehan neraca kurs sementara akan sama persis dengan metode moneter-nonmoneter.

Tampilan 6-9 Neraca Anak Perusahaan Meksiko

Dolar AS sebelum                        Dolar AS Setelah Depresiasi Peso ($0,09)

Devaluasi Peso                             MXN1)

 

 

Peso

 

($0,11=MXN1) Currentrate Current-noncurrent Moneter-nonmoneter Kurs sementara  
Penjualan

Biaya penjualan

Depresiasi

Biaya lain-lain

L/R sebelum kena pajak

Pejak penghasilan (30%)

Translasi mata uang asing

L/R bersih/(loss)

40.000

20.000

1.800

8.000

10.200

 

3.060

­

7.140

4.400

2.200

198

880

1.122

 

(337)

­

$785

$3.600

1.800

162

720

918

 

(275)

 

(300)

$343

$3.600

1.800

198

720

822

 

(275)

 

(180)

$427

 

$3.600

2.200

198

720

482

 

(275)

 

240

$447

$3.600

1.800

198

720

822

 

(275)

 

60

$667

Catatan: contoh ini mengasumsikan bahwa laporan laba-rugi dipersiapkan setelah penurunan nilai tukar.

Asumsikan bahwa persediaan dicatat pada pasar saat akhir periode.

Perkiraan jangka waktu untuk modal diasumsikan 10 tahun.

Contoh ini mereflesikan apa yang akan didapatkan jika seluruh keuntungan atau kerugian translasi mata uang asing yang secara langsung diperlihatkan dalam pendapatan lancar.

Pada metode kurs saat ini, perubahan nilai tukar mempengaruhi padanannya dolar pada total oreign currency assets (TA) dan liabilities (TL) (total aset mata uang asing dan kewajiban) anak perusahaan Meksiko pada periode saat itu. Berdasarkan metode kurs saat ini, posisi laba yang diekspos (TA>TL) akan menghasilkan kerugian translasi mata uang asing jika peso Meksiko melemah, dan keuntungan nilai tukar nilai tukar jika peso meningkat. Posisi kewajiban bersih peso meksiko yang diekspos (TA<TL) menghasilkan keuntungan translasi mata uang asing jika peso meksiko melemah dan kerugian jika peso meningkat.

Kegiatan operasional yang memberikan keuntungan sebelum translasi mata uang asing mungkin akan mengalami kerugian dan keuntungan yag menurun setelah translasi mata uang asing. Untuk menjaga dari pengaruh laporan keuang karena pergerakan mata uang, manajer keunagn mungkin akan melakukan manuver protektif yang diketahui sebagai strategis hedging.

Mana yang Lebih Baik

Translasi mata uang asing dibuat untuk tujuan berbeda. Translasi pada anak perusahaan asing untuk menggabungkan akun mereka dengan induk perusahaan cukup berbeda dengan akuntansi translasi mata uang asing pada perusahaan independen yang bertujuan untuk memudahkan beragam peminat saham asing.

Terdapat tiga pendekatan translasi mata uang asing, yaitu : metode kurs historis, metode kurs saat ini dan tidak ada translasi mata uang asing sama sekali. Pada perspektif induk perusahaan, kegiatan operasional diluar negeri merupakan ekstensi kegiatan perusahaan dan sumber arus kas mata uang domestik. Objek dari translasi mata uang asing adalah untuk mengubah unit perhitungan dalam laporan keuangan anak perusahaan diluar negeri terhadap mata uang domestik, dan untuk menyesuaikan laporan mata uang asing kepada GAAP di Negara induk perusahaan. Dan akan tercapai dengan baik melalui metode yang menggunakan kurs historis. Dengan menggunakan kurs sementara karena secara umum menjaga prinsip akuntansi yang digunakan untuk menghitung aset dan kewajiban yang mengubah perhitungan dalam mata uang asing kedalam perhitungan mata uang domestik tanpa mengubah dasar perhitungan dan mudah diadaptasi dalam prosesnya yang menghasilkan penyesuaian akuntansi selama translasi mata uang asing.

Tidak ada translasi mata uang asing yang cocok antara mata uang yang tidak stabil dan mata uang yang stabil. Tidak ada translasi mata uang asing berarti tidak ada laporan keuangan gabungan.tidak dibutuhkan translasi mata uang asing jika laporan keuangan perusahaan independen dikeluarkan hanya untuk tujuan informasi. Laporan manajemen tertentu tidak boleh di translasikan. Menejer internasional yang efektif harus mampu mengevaluasi situasi dan mengambil keputusan dalam penggunaan lebih dari satu unit mata uang.

Kurs Saat ini yang Sesuai

Nilai tukar rata rata sering kali digunakan dalam laporan laba rugi untuk kemudahan penggunaan. Pemilihan nilai tukar yang tidak sesuai tidak begitu jelas, karena beberapa nilai tukar berada dalam pengaruh mata uang pada saat itu. Nilai tukar mata uang asing yang sesuai harus merefleksikan realitas bisnis dan ekonomi sedalam mungkin.

Keuntungan dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing

  • Penangguhan

Beberapa analis bertentangan tentang penangguhan dengan dasar bahwa nilai tukar tidak akan berbalik dengan sendirinya. Bahkan jika pun terjadi, penyesuaian karena nilai tukar penangguhan dalam memprediksi perubahan nilai tukar adalah tugas yang paling sulit.

  • Penangguhan dan Amortisasi

Beberapa perusahaan menangguhkan keuntungan dan kerugian serta mengamortisasi penyesuaian melebihi umur manfaatnya pada masa item neraca terkait. Translasi mata uang asing keuntungan dan kerugian yang berhubungan dengan hutang akan ditangguhkan dan diamortisasi terhadap masa penggunaan aset, berarti, dianggap sebagai laba dengan cara yang sesuai dengan beban depresiasinya. Pendekatan semacam ini terkadang dikritik dengan dasar teori dan praktik. Sebagai contoh, teori keuangan menjelaskan pada kita bahwa keputusan anggaran modal untuk investasi aset tidak bergantung pada keputusan bagaimana untuk membiayainya. Peminjaman biaya domestik tidak disesuaikan untuk merefleksikan perubahan pada tingkat suku bunga atau nilai utang.

  • Penangguhan Sebagian

Pilihan ketiga dalam akuntansi untuk keuntungan dan kerugian hasil translasi mata uang asing adalah dengan mengakui kerugian segera saat terjadinya, akan tetapi mengakui keuntungan hanya jika terealisasi saja. Menangguhkan keuntungan translasi mata uang asing hanya karena keuntungan berarti menolak terjadinya perubahan nilai tukar. Pendekatan tersebut kekurangan kriteria eksplisit untuk menentukan kapan harus mengakui keuntungan translasi mata uang asing. Hal ini mengimplikasikan bahwa keuntungan atau kerugian translasi mata uang asing bukanlah item periodic dan akan “terhapus” dalam jangka panjang.

  • Tidak Ada Penangguhan

Pilihan laporan akhir yang dilakukan oleh banyak perusahaan diseluruh dunia adalah untuk mengenali secara cepat mengenai keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dalam laporan laba – rugi. Memasukkan keuntungan dan kerugian translansi mata uang asing pada pendapatan lancar menimbulkan elemen acak dalam pendapatan yang dapat menghasilkan fluktuasi pendapatan yang signifikan ketika nilai tukar berubah.

Sumber : Frederick, D. S. Choi dan Gary, K,. Meek. 2010. International Accounting. Edisi 6. Buku 1. Diterjemahkan oleh : M. Yusuf Hamdan. Jakarta: Salemba Empat.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Video Pembelajaran Sistem Pemrosesan Transaksi

Video | Posted on by | Meninggalkan komentar

Analisis Jurnal GCG (Good Corporate Governance) Pada Industri Sektor Keuangan

Kelompok :
  1. Fajar Agung R
  2. Fajar Riyandi
  3. Josephine
  4. Nurulinar Handayani
  5. Nuzul Asrul
  6. Sri Hidayati
  7. Siti Fatimah

Kelas : 4EB03

Berikut adalah jurnal yang kami analisis:

1. Dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan Nasional” oleh Toto Dewayanto pada tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mekanisme tata kelola perusahaan terhadap kinerja perbankan nasional. Peneliti menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan sample perusahaan dan menggunakan data sekunder. Data yang diteliti yaitu perusahaan perbankan yang telah go public dan terdaftar di BEI. Variabel yang diteliti yaitu data Corporate Governance komposisi struktur kepemilikan auditor eksternal dan rasio keuangan.

Dari hasil penelitian diperoleh variabel kepemilikan pemegang saham pengendali tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan, variabel kepemilikan asing tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan , variabel kepemilikan pemerintah tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan, variabel ukuran dewan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan, variabel ukuran dewan komisaris berpengaruh negatif terhadap kinerja perbankan, variabel komisaris independen berpengaruh negatif terhadap kinerja perbankan, variabel rasio kecukupan modal berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, variabel eksternal auditor (Big 4) berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, dan ukuran bank (size) berpengaruh positif terhadap kinerja perbankan.

2. Dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Penerapan Corporate Governance Terhadap Timbulnya Earnings Management Dalam Menilai Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia” oleh Yusriati Nur Farida, Yuli Prasetyo dan Eliada Herwiyanti pada tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Corporate Governance terhadap timbulnya Earning Management. Peneliti menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan sampel dan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan di Indonesia. Variabel yang diteliti yaitu Corporate Governance yang di proksikan dengan ukuran dewan komisaris, komposisi dewan komisaris independen, komite audit, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan earnings management yang diproksikan oleh akrual kelolaan.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dewan komisaris independen dan komite audit tidak berpengaruh terhadap earnings management, kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap earnings management, kepemilika manajerial berpengaruh terhadap earnings management dan pengaruh earnings management terhadap kinerja keuangan terbukti tidak signifikan.

3. Dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Penerapan Corporate Governance Manajemen Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Telah Go Public Di BEI” oleh Eka sefiana pada tahun 2009.                                                                 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh GCG terhadap manajemen laba. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam pengambilan sampel. Data yang diteliti yaitu data yang diperoleh dari ICMB, situs BEJ di www.odk.co.id serta dari siklus masing-masing perusahaan. Variabel yang diteliti yaitu proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris, keberadaan komite audit dan manajemen laba. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa variabel proporsi komisaris independen, ukuran dewan komisaris dan keberadaan komisaris audit tidak berpengaruh terhadap praktik manajemen laba. Selain itu penerapan Corporate Governance baru dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang.

4. Dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2009- 2013” oleh Riana Christel Tumewu dan Stanly W. Aleksander Pada Tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan tata kelola perusahaan terhadap profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode Purposive sampling dalam pengambilan sampel. Data yang diteliti yaitu Laporan Keuangan perusahaan dan penerapan GCG yang diukur dengan menggunakan nilai komposit variabel yang diteliti yaitu Rasio Profitabilitas nilai komposit self assessment dan profitabilitas. Dari hasil penelitian ini bahwa GCG memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap profitabilitas di perusahaan dalam sektor perbankan dan rasio-rasio yang mewakili profitabilitas perusahaan seperti ROA, ROE dan NIM memiliki hubungan positif signifikan dengan GCG.

Kesimpulan berdasarkan dari hasil perbandingan dari jurnal tentang Good Corporate Governance diatas dapat disimpulkan bahwa dari Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perbankan Nasional” mulai dari kepemilikan pemegang saham pengendali, variabel kepemilikan asing dan variabel kepemilikan pemerintah tidak berpengaruh terhadap kinerja perbankan tetapi berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Kemudian “Pengaruh Penerapan Corporate Governance Terhadap Timbulnya Earnings Management Dalam Menilai Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Perbankan di Indonesia” tidak berpengaruh pada pengelolaan kinerja managemen perusahaan. Selanjutnya “Pengaruh Penerapan Corporate Governance Manajemen Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Telah Go Public Di BEI” baru bisa dirasakan kinerja kelola perusahaan dalam jangka waktu yang lama dan Dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2009-2013” sangat berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan. Jadi intinya tata kelola perusahaan (GCG) baru bisa dirasakan apabila sudah memiliki rencana dan kemudian diterapkan oleh manajemen-manajemen yang tepat sesuai dengan tata kelola perusahaan masing-masing.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

ETIKA DAN PROFESI

ETIKA DAN PROFESI

  • Pengertian Etika

Etika berasal dari kata Yunani ethos, yang dalam bentuk jamaknya (ta etha) berarti ‘adat istiadat atau kebiasaan’. Dalam pengertian ini etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat. Ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain.

Yang menarik disini, dalam pengertian etika ini etika justru persis sama dengan pengertian moralitas. Moralitas berasal dari kata latin mos, yang dalam bentuk jamaknya (mores) berarti ‘ adat istiadat’ atau ‘kebiasaan’. Jadi, dalam pengertian pertama ini, yaitu pengertian harfiahnya, etika dan moralitas, sama-sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitusionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam pola perilaku yang ajek dan terulang dalam kurun waktu yang lama sebagaimana layaknya sebuah kebiasaan.

  • Definisi Etika Menurut Para Ahli
  • Menurut K. Bertens : Etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
  • Menurut W.J.S Poerwadarminto : Etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral).
  • Menurut Prof. DR. Franz Magnis Suseno : Etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan pada tindakan manusia.
  • Menurut Ramali dan Pamuncak : Etika adalah pengetahuan tentang perilaku yang benar dalam satu profesi.
  • Menurut H. A. Mustafa : Etika adalah ilmu yang menyelidiki, mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.
  • Macam-macam Etika
  1. Etika Deskriptif : Etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku atau sikap yang mau diambil.
  2. Etika Normatif : etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola perilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat dianalogikan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
  2. Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud: bagaimana saya yang mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud: bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis: cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tindakan, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

Etika Khusus dibagi menjadi dua bagian:

  1. Etika Individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
  2. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsing maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, Negara), sikap kritis terhadap pandangan-pandangan dunia dan ideology-ideologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.

Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut:

  1. Sikap terhadap sesama
  2. Etika keluarga
  3. Etika profesi
  4. Etika politik
  5. Etika lingkungan
  6. Etika idiologi
  • Manfaat Etika
  1. Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral.
  2. Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana yang boleh dirubah.
  3. Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat.
  4. Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai.
  • Prinsip – Prinsip Etika

Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

  • Prinsip Keindahan

Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.

  • Prinsip Persamaan

Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskriminatif atas dasar apapun.

  • Prinsip Kebaikan

Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat-menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyrakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.

  • Prinsip Keadilan

Kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

  • Prinsip Kebebasan

Sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini dapat diartikan sebagai:

  • Kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan.
  • Kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihannya tersebut.
  • Kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
  • Prinsip Kebenaran

Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/ rasioanal. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.

Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan dan kebenaran bagi setiap orang.

  • Basis Teori Logika
  1. Etika Deontologi

Istilah ‘deontologi’ berasal dari kata Yunani deon, yang berarti kewajiban. Karena itu, etika deontology menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Menurut etika deontology, suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri. Dengan kata lain, tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu.

2. Etika Teleologi

Berbeda dengan etika deontology,  etika teleologi justru mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, kalau bertujuan mencapai sesuatu yang baik, atau kalau akibat yang ditimbulkannya baik dan berguna.

Dua aliran etika teleologi:

  • Egoisme Etis
  • Utiliarianisme
  • Egoisme Etis

Inti pandangan egoism adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar priadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis , yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yang bersifat vulgar.

  • Utilitiarianisme

Berasal dari bahasa latin utilis  yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyakarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagian terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

3. Teori Hak

Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori hak merupakan suatu aspek dari teori deontology, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusi itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

 4. Teori Keutamaan (Virtue)

Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keuutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut: disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh keutamaan :

  • Kebijaksanaan
  • Keadilan
  • Suka bekerja keras
  • Hidup yang baik
  • EGOISM

Egoisme adalah cara untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang menguntungkan bagi dirinya sendiri, dan umumnya memiliki pendapat untuk meningkatkan citra pribadi seseorang dan pentingnya – intelektual, fisik, social dan lainnya. Egoisme ini tidak memandang kepedulian terhadap orang lain maupun orang banyak pada umumnya dan hanya memikirkan diri sendiri.

Teori egosime atau egotism diungkapkan oleh Frederisch Wilhelm Nietche yang merupakan pengkritik keras utilitiarianisme dan juga kuat menentang teori Kemoralan Sosial. Teori egoism berprinsip bahwa setiap orang harus bersifat keakuan yaitu melakukan sesuatu yang bertujuan memberikan menfaat kepada diri sendiri. Selain itu, setiap perbuatan yang memberikan keuntungan merupakan perbuatan yang baik dan satu perbuatan yang buruk jika merugikan diri sendiri.

Kata “Egoisme” merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin yakni ego, yang berasal dari kata Yunani kuno – yang masih digunakan dalam bahasa Yunani modern – ego yang berarti “diri” atay “saya”, dan –isme, digunakan untuk menunjukkan sistem kepercayaanya. Dengan demikian, istilah ini secara etimologis berhubungan sangat erat dengan egoism filosofis.

PROFESI

  • Pengertian Profesi

Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa inggris “Profess”, yang dalam bahasa Yunani, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.

Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik dan desainer.

  • Karakteristik Profesi
  • Keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan teoritis: professional dapat diasumsikan mempunyai pengetahuan teoritis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
  • Assosiasi professional : profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudnkan untuk meningkatkan status para anggotanya.
  • Pendidikan yang ekstensif : profesi yang prestisius biasanya memerluka pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
  • Ujian kompetensi : sebelum memasuki organisasai professional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoritis.
  • Pelatihan institusional : selain ujian, biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan institusional dimana calon professional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi.
  • Lisensi : profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisesnsi bisa dianggap bisa dipercaya.
  • Otonomi kerja : professional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoritis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
  • Kode etik : organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
  • Ciri – Ciri Profesi
  • Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
  • Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
  • Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
  • Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
  • Kaum professional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.
  • Kode Etik Profesi

Adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Kode Etik :

  • Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
  • Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
  • Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
  • Untuk meningkatkan mutu profesi.
  • Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
  • Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  • Mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat.
  • Menentukan baku standarnya sendiri.
  • Prinsip Etika Profesi

Tanggung jawab

  • Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
  • Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

Keadilan

  • Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.

Otonomi

  • Prinsip ini menuntut agar setiap kaum professional memiliki dan diberi kebebasan dalam menjalankan profesinya.

Sumber :

https://ikamaullydiana.wordpress.com/2013/12/09/etika-profesi-akuntansi-2/

http://wiwiedyah.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-etika-prinsip-prinsip-etika.html

Keraf, Sony. 1998. Etika Bisnis Tuntutan dan Relevansinya. Yogyakarta: Kanisius.

http://muaramasad.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-etika-profesi-dan.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Same Sex Marriage

San Andreas is a small city. Peoples who lives in here is not so much like in other city, the population is not so big. And there’s one family who lives here, they’re so happy and peaceful family. That family name is Thom. The Thom’s family have two daughters and one boy. Their son’s name is Thony. The Thom’s family have a next door neighbor. It’s the Mier’s family .The Mier’s family only have one son. His name is Vixxy, and he is still single .They became a neighbor since The Mier’s family moved to the city about 5 years ago.

Vixxy and Thony  became a best friends since they were in senior high school. They were so close to each other. They grew up together and now they were a grown up man. But something different happened to Thony, he feels that he have feeling something different with Vixxy. Something that he never felt before, he thinks that he have crush on Vixxy. And Thony realize the feeling that he have on Vixxy was so unsual and strange. When other man have interest feeling to a woman, but Thony have interest feeling to Vixxy which is a man also. The first time when Thony realize that he have crush on Vixxy is when The high school’s prom night, when Thony want to take a glass of wine and accidentally he was slipped over because he was shocked when there’s a mouse just walked through his feet. And then Vixxy run as fast as possible to help Thony to avoiding Thony gets hurt. Vixxy makes sure that Thony suffered from any injury, and then Vixxy takes Thony back home. Vixxy drives a brand new fancy car. The Vixxy’s family is a truly rich family. They have multi billionaire property business, such as restaurants, apartmens and hotels. A few days after the incident, Thony expressed that he’s feeling interest to Vixxy . and then it turns out that Vixxy has the same feeling too. After that they decided to having a relationship seriously but they keep it quietly. They keep secret about their relationship to their familes. Time goes by and the both of their family realize that Thony and Vixxy had something different like the time time they’re in high school. Finally their familes knew that they were having a relationship. Their families were so shocked about their relationship and it was so embarrassing to their family reputation. Thony and Vixxy realize that their family never give them a bless or grace to their relationship. But loves beats all the the obstacle. They takes all the risk, they decided to get out of their house. And their families gave up about what happened to their sons, it’s what their sons have choosen.

A few years later, Thom nd Vixxy came back home and told their parents about their marriage. The first reaction of their families especially their parents were so shocked. But Thom and Vixxy explain about their decision to their familes. After that the familes accept it. The same-sex marriage like Thom and Vixxy was not so welcome in certain country. That was prohibited in some country. Thing like this is still taboo in certain country. Because it’s not relevant with their cultures and their religions. Because naturally that men pairs with women . In Moslem religion, they believe that woman was created from the man’s ribs.

Finally Thony and Vixxy were happy living with their decision. And their family still trying to accept about their decision about marriage. But their families  still hoping and praying that they’re realize that they made mistakes. Because there’s no parents want a bad things to their children. Because their families loves their children so much and wants the best for them.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Article Conditional If

Seeing small black dots? 

Time to get your eyes checked 

The next time you look in the mirror, take a closer look at your eyes to see if you can spot any small black dots – “floaters”. Dr. Ian Yeo, consultant ophthalmologist for Vitreo Retinal Service at the Singapore National Eye Center reports.

Floaters and retinal detachment

As we age, it is inevitable that we will start experiencing floaters because of the degeneration of the vitreous (or jelly) within the eye. Most patients start experiencing floaters in their 40s, but those who are myopic or have familial vitreoretinal weakness may notice them earlier. Floaters can come in various shapes and sizes and have been described in multiple colors. Most patients identify their floaters as small dots or as linear figures, often black or gray.

In most cases, floaters are caused by the vitreous breaking down and are generally harmless, but in some it may be more sinister. This is because sudden onset of floaters may coincide with the development of a retinal tear, which may result in a retinal detachment – a potentially blinding problem.

Who is at risk ?

In retinal detachment, the retina separates from the outer layers of the eye, thus losing its function. Anyone can potentially develop a retinal tear and detachment as the vitreous degenerates. However, the risk increases in patients with high myopia, a family history of vitreoretinal weakness/retinal detachment, ocular trauma and previous ocular surgery, and if one has had a retinal detachment or laser treatment for retinal holes in the past.

What are the signs of a retinal detachment?

Sudden appearance of floaters may herald the onset of retinal detachment. In some eyes, sudden flashes of light (a sensation of flashing lights emitting from within the eye, like a camera flash) and progressive blurred vision might signal the start of retinal detachment. This blurred vision has been described as a “curtain effect” where the normally clear image progressively becomes distorted then “blackened” out – like a curtain being drawn across your visual area.

What should you do when you start to experience floaters?

There is no need to panic when you see floaters, especially if you have been seeing them for years. A thorough examination of the retina by an ophthalmologist after dilatation of the pupil is necessary to determine the cause of the symptoms.

However, if there is a sudden and very marked increase in floaters, especially associated with flashes and blurred vision, you should be examined immediately. Your eye doctor will have your eyes dilated to inspect the retina. This inspection is to detect any retinal holes and associated thin and weak areas of the retina.

What can be done if we find a retinal tear?

If the retina is torn but detachment has not yet occurred, prompt treatment may prevent the occurrence of a complete detachment. The retina can be repaired using a laser. The laser treatment is done as an outpatient procedure, sealing the tear and reducing the risk of progression into a retinal detachment. During the procedure, local anesthetic is applied onto the eye and a lens is place over the front of the eye to help direct laser into the eye. There is a slight pain as the laser is applied but the patient is well immediately after the procedure.

However, if the tear is large and has already progressed into a retinal detachment, the patient will need to undergo either a scleral buckling (external procedure) or a vitrectomy (internal procedure) operation or both. These are major forms of eye operation and the eye will take at up to three months to recover. There may be a need to fill the eye with gas or silicon oil to flatten the retina; as a result, the patient may need to adopt a facedown posture for a few weeks.

What is the success and prognosis after surgery?

The success of surgery depends on the complexity and duration of retinal detachment. In early and simple retinal detachments, the success rate in one operation is close to 90 percent. However, complex or late presenting retinal detachments may need multiple staged procedures and have lower success rates.

The final visual outcome will depend on whether the macula (center of the eye) is involved and on the complexity and duration of the retinal detachment. Once the macula is detached and if the retina has been off for a long time, the visual outcomes will be poor. One may only recover navigational vision and not restore the original vision.

Concluding Remarks

Remember, if floaters develop suddenly, it could be serious – get your eyes checked immediately. Early detection allows retinal tears to be sealed with laser and prevents progression to a retinal detachment – which will mean major surgery with prolonged recovery.

Singapore National Eye Centre performs more than 1,200 vitreoretinal operations annually, and has state-of-the art digital imaging techniques and equipment facilitating rapidly evolving diagnostic and therapeutic modalities. For more information, see our website http://www.snec.com.sg or call 65-6100 9393. cFlyFreeForHealth2009

From the article about there is sentences containing Conditional If:

  • if you can spot any small black dots
  • if one has had a retinal detachment or laser treatment for retinal holes in the past
  • if you have been seeing them for years
  • if there is a sudden and very marked increase in floaters
  • If the retina is torn but detachment has not yet occurred, prompt treatment may prevent the occurrence of a complete detachment.
  • if the tear is large and has already progressed into a retinal detachment
  • if the retina has been off for a long time, the visual outcomes will be poor
  • if floaters develop suddenly, it could be serious – get your eyes checked immediately

Source :

http://www.thejakartapost.com/news/2009/02/25/seeing-small-black-dots-time-get-your-eyes-checked.html

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

CONDITIONAL IF

CONDITIONAL SENTENCES

Conditional Sentences are also known as Conditional Clauses or If Clauses. They are used to be express that the action in the main clause (without if ) can only take place if a certain condition (in the clause with it) is fulfilled. There are three types of Conditional Sentences

Conditional Sentences Type 1

->It is possible and also very likely that the condition will be fulfilled.

Use

Conditional Sentences type I refer to the future. An action in the future will only happen if a certain condition is fulfilled by that time. We don’t know for sure whether the condition actually will be fulfilled or not, but the conditions seems rather realistic.

Example :

If I find her address, I will send her an invitation.

If I have money, I will buy that book.

If you come to my house, I will cook special food.

If they study at my home, I will buy ice cream.

Conditional Sentences Type 2

-> It is possible but very unlikely, that the condition will be fulfilled.   

Example :

If I found her address, I would send her an invitation.

If I had a lot of money, I wouldn’t stay here.

If I were you, I would not this.

If I were you, I would come to that party.

If she came on time, she would get the ticket.

Were instead of Was

In IF Clauses Type II, we usually use, were’- even if the pronoun is I, he, she, or it-.

Use

Conditional Sentences Type II refer to situations in the present. An action could happen if the present situation were different.

Conditional Sentences Type III

-> It is impossible that the condition will be fulfilled because it refers to the past.

Use

Conditional Sentences Type III refer to situations in the past. An action could have happened in the past if a certain condition have been fulfilled . thing were different then, however. We just imagine, what would happened if the situation had been fulfilled.

Example :

If john had had the money, he would have bought a Ferrari.

If my mother had permitted to go, I would have attended that event.

If he had driven carefully, he would have not got accident.

Conclusion :

Conditional Sentences is the sentence that expresses an action can occur if the requirement is met. and is used to express an action that may happen or may not happen.

Source :

https://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/conditional-sentences http://www.englishgrammar.org/type-1-conditional-sentences/ https://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/conditional-sentences/type-1 https://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/conditional-sentences/type-2 https://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/conditional-sentences/type-3

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar