BAB 6 TRANSLASI MATA UANG ASING

 

TUGAS SOFTSKILL

AKUNTANSI INTERNASIONAL

TRANSLASI MATA UANG ASING

Kelompok 11:

  1. Nurulinar Handayani (25212555)
  2. Ridwan Maryoto (26212319)
  3. Sri Ayu Setiawati (27212113)

 

BAB 6

ALASAN TRANSLASI MATA UANG ASING

            Proses pelaporan informasi dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translation. Banyak permasalahan yang berhubungan dengan translasi mata uang asing diantaranya adalah Tingkat variabilitas nilai tukar, dikombinasikan dengan perbedaan antara metode translasi mata uang asing dan penanganan terhadap translasi mata uang asing keuntungan dan kerugian, sulit untuk membandingkan hasil suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya, ataupun perbandingan dalam suatu perusahaan dari periode satu dengan periode lainnya.

Tiga alasan tambahan dalam translasi mata uang asing: mencatat transaksi mata uang asing, memperhitungkan efeknya perusahaan terhadap translasi mata uang asing, dan berkomunikasi dengan peminat saham asing.

Transaksi mata uang asing, seperti pembelian produk dari Cina oleh importer Kanada, harus ditranslasikan mata uangnya karena laporan keuangan tidak dapat dipersiapkan dari pembukuan yang menggunakan lebih dari satu mata uang.

LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI

Translasi mata uang asing tidaklah sama dengan konversi, yaitu translasi mata uang secara fisik.Translasi mata uang asing merupakan translasi sederhana dalam ekspresi moneter, seperti saat neraca menggunakan poundsterling Inggris yang disajikan ulang dalam padanannya dolar AS.

Neraca mata uang asing ditranslasikan terhadap padanannya mata uang domestic oleh nilai tukar mata uang asing. Mata uang pada perdagangan Negara-negara utama dibeli dan dijual pada pasar global. Dengan menyediakan tempat untuk para peminat dan penjual mata uang, pasar translasi mata uang asing memfasilitasi transfer pembayaran internasional (Seperti dari importer ke eksportir),serta memberikan cara yang baik bagi individu ataupun perusahaan untuk berjaga-jaga dari nilai mata uang yang tidak stabil.

Transaksi mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap. Kurs di pasar spot dipengaruhi berbagai faktor, termasuk juga perbedaan tingkat inflasi antar Negara. Perbedaan pada saham nasional, dan ekspetasi mengenai arah tingkat mata uang selanjutnya. Kurs pada pasar spot bersifat langsung atau tidak langsung. Pada translasi secara langsung, kurs menetapkan jumlah unit mata uang domestic yang dibutuhkan untuk mendapatkan unit mata uang asing, begitupun sebaliknya.

Transaksi pada pasar forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang yang telah ditetapkan untuk masa yang akan datang, dan mendapat potongan atau premi dari pasar spot. Pasar forward dan pasar spot sering kali memasukkan translasi bid and ask (penawaran dan permintaan). Translasi bid adalah apa yang dibayar oleh perantara mata uang asing kepada Anda untuk mata uang asing., translasi ask adalah tingkat di mana oerantara akan menjual mata uang asing kepada Anda.

Contoh Translasi Mata Uang Asing pada Pasar Spot dan Forward

Mata Uang Mata Uang Asing dalam Dolar Dolar dalam Mata Uang Asing
Penawaran Permintaan   Penawaran Permintaan  
poundsterling Inggris 1,9585 19590 0,5105 0,5104
1 bulan 1,9574 1,9598 0,5102 0,5109
3 bulan 1,9578 1,9604 0,5101 0,5108
6 bulan 1,9576 1,9604 0,5101 0,5108
euro Uni Eropa 1,3251 1,3256 0,7546 0,7543
1 bulan 1,3261 1,3279 0,754 0,753
3 bulan 1,3297 1,331 0,752 0,7513
6 bulan 1,3343 1,3361 0,7494 0,7484
yen Jepang 0,008557 0,0085535 116,86 116,91
1 bulan 0,00859 0,0086 116,41 116,91
3 bulan 0,00866 0,00866 115,47 115,47
6 bulan 0,00876 0,00876 114,115 114,15
franc Swiss 0,8321 0,8318 1,2017 1,2022
1 bulan 0,8347 0,8353 1,2017 1,2022
3 bulan 0,839 0,8397 1,1909 1,1918
6 bulan 0,8455 0,8462 1,1817 1,1827

 Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward yang simultan, atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang. Para investor sering kali menggunakan transaksi swap untuk mendapatkan untung dari tingkat saham Negara asing yang tinggi sementara simultan berjaga-jaga terhadap pergerakan nilai tukar yang tidak stabil.

 

EFEK LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KURS ALTERNATIF TRANSLASI MATA UANG ASING

Tiga kurs translasi yang digunakan untuk mentranslasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestic, yaitu:

  • Kurs saat ini; kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan.
  • Kurs historis; translasi mata uang yang berlaku saat asset dengan mata uang pertama kali didapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul.
  • Kurs rata-rata; nilai rata-rata biasa atau dengan pembobotan baik pada kurs historis atau saat ini.

 

TRANSAKSI MATA UANG ASING

Kriteria Mata Uang Fungsional

Faktor Ekonomi Mata Uang Lokal sebagai Mata Uang Fungsional Mata Uang Induk Perusahaan sebagai Mata Uang Fungsional
Arus Kas Menggunakan mata uang local dan tidak berpengaruh terhadap arus kas Berpengaruh secara langsung terhadap arus kas dan dikembalikan ke induk perusahaan
Harga Jual Sangat tidak peduli dengan tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompetisi local Responsif terhadap perubahan nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional
Harga Pasar Kebanyakan pada negara adidaya dan menggunakan mata uang local Kebanyakan pada negara induk dan menggunakan mata uang negara induk
Anggaran Biaya Sering terjadi pada daerah local Sangat berkaitan dengan faktor produktif yang diberikan dari induk perusahaan
Keuangan Menggunakan mata uang local dan dilayani oleh operasional local Diberikan oleh induk perusahaan atau bergantung pada induk perusahaan agar memenuhi kewajiban jangka panjang
Internal Perusahaan Jarang, tidak ekstensif Sering kali dan transaksi yang ekstensif

 

  • Perspektif Transaksi Tunggal

Pada transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar (baik stabil atau tidak) dimasukkan sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi awal dengan alasan bahwa transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal. Contoh berikut ini memberikan gambaran atas cara tersebut.

Pada 1 September 2008, dalam pembukuan perusahaan manufaktur AS melakukan penjualan produk pada importir Swedia sebesar 1 juta krona Swedia (SEK) secara kredit. Nilai tukar dolar / krona adalah $0,14 = SEK 1, krona tersebut dalama waktu 90 hari, dan perusahaan AS. Juga beroperasi berdasarkan tahun kalender, nilai krona mulai melemah sebelum seluruh pembayaran selesai. Pada akhir bulan, nilai tukar dolar / krona adalah $0,31 = SEK 1;pada 1 Desember 2008, $0,11 = SEK 1. Transaksi tersebut terdapat pada tampilan berikut.

  • Perspektif Transaksi Ganda

Pada perspektif transaksi ganda, penerimaan piutang mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.

Pencatatan perusahaan AS; perspektif transaksi tunggal.

    Mata Uang Asing Padanannya Dolar AS
1 Sep, 2008 Piutang Dagang

Penjualan

(untuk mencatat penjualan secara kredit)

 

SEK 1.000.000

SEK 1.000.000

$140.000

$140.000

30 Sep, 2008 Penjualan

Piutang Dagang

Untuk menyesuaikan pembukuan perubahan nilai

Tukar awal:

SEK 1.000.000 50,14

-SEK 1.000.000 50,14

 

  10.000

10.000

1 Des, 2008 Laba ditahan

Piutang Dagang

(untuk menyesuaikan pembukuan terhadap tambahan perubahan niali tukar. SEK 1.000.000 x 50,13 minus SEK 1.000.000 x 50,11)

 

  20.000

20.000

1 Des, 2008 Mata Uang Asing

Piutang Dagang

(untuk pencatatan perjanjian di luar penerimaan mata asing)

SEK 1.000.000

SEK 1.000.000

110.000

110.000

Melemahnya krona antara September sampai 1 Desember akan menghasilkan nilai tukar (contoh,kerugian pada transaksi yang tidak stabil), sertapiutang pada mata uang asing pada 1 Desember 2008 dengan nilai tukar yang lebih rendah hanya akan memberikan kerugian lain (contoh, kerugian padan transaksi yang stabil). Lihat tampilan dibawah ini.

    Mata Uang Asing Padannanya Dolar AS
1 Sep, 2008 Piutang Dagang

Penjualan

(untuk mencatat penjualan secara kredit pada nilai tukar 1 Sep, 2008)

 

SEK1.000.000

SEK 1.000.000

$140.000

$140.000

30 Sep, 2008 Kerugian Nilai Tukar asing

Piutang Dagang

(untuk mencatat perubahan nilai tukar awal)

 

  10.000

10.000

1 Des, 2008 Mata uang Asing

Kerugian mata uang asing

Piutang dagang

(untuk mencatat perjanjian penerimaan mata uang asing)

SEK 1.000.000

 

 

SEK 1.000.000

110.000

20.000

 

130.000

 

TRANSLASI MATA UANG ASING

Perusahaan yang beroperasi secara internasional menggunakan berbagai metode untuk  menunjukan asset, utang, pendapatan, dan beban dalam mata uang domestik yang dinyatakan dalam mata uang asing. Metode translasi mata uang asing dapat di klasifikasikan dua tipe: mereka yang menggunakan nilai tukar mata uang asing tunggal untuk mengembalikan neraca asing ke mata uang domestik mereka dan menggunakan nilai tukar mata uang ganda. Tampilan 6-7 ringkasan cara spesifik neraca item pada kedua metode translasi mata uang asing.

  • Metode Nilai Tukar Tunggal

Metode nilai tukar tunggal sebagai metode kurs saat ini telah lama popular di Eropa. Yang mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga penutupan atau harga saat itu, terhadap semua saham dan utang asing. Pendapatan dan bebab mata uang asing di translasikan pada nilai tukar yang berlaku saat item tersebut diakui dengan rata-rata nilai tukar saat itu tiap periode.

Tampilan 6-7 Nilai Tukar Menggunakan Metode Translasi Mata Uang Asing Berbeda untuk Neraca Item yang Spesifik.

                                                               Current                                                              Kurs

                                        Current         Noncurrent           Moneter Nonmoneter           sementara

 

Kas

Piutang

Persediaan

Biaya

Pasar

Investasi

Biaya

Pasar

Asset tetap

Asset lain-lain

Utang dagang

Utang jangka panjang

Saham biasa

Laba ditahan

 

C

C

 

C

C

C

C

C

C

C

C

C

H

*

 

C

C

 

C

C

 

H

H

H

H

C

H

H

*

 

C

C

 

H

H

H

H

H

H

H

C

C

H

*

 

C

C

 

H

C

H

H

C

H

H

C

C

H

*

Catatan: C, current rate (kurrs saat ini); H,historical rate (kurshistoris); dan *, milai sisa, gambaran penyetaraan merepresentasikan sebuah gambaran kurs saat ini secara berturut-turut.

Pada metode tunggal, laporan keuangan operasional asing memiliki laporan domisili tersendiri: keadaan mata uang local di mana anak perusahaan berbisnis. Hasil gabungan tersebut memperlihatkan pespektif keuangan pada tiap kesatuan yang menghasilkan gabungan total, bukan perspektif nilai mata uang yang digunakan induk perusahaan.

Terdapat definisi, metode kurs saat ini memperkirakan bahwa semua modal mata uang local termasuk dalam risiko translasi karena padanannya kurs saat ini mengubah semua modal mata uang asing setiap ada perubahan pada nilai tukar. Ketidaktetapan tersebut sesuai dengan realitas ekonomi, karena nilai asset tetap dan persediaan secara umum didukung oleh inflasi local.

Mentranslasikan mata uang asing seluruh neraca dengan kurs saat ini memberikan keuntungan dan kerugian setiap ada perubahan pada nilai tukar.  Merelesikan penyesuaian nilai tukar tersebut dalam pendapatan lancer dapat mengubah cara pelaporan proorma perusahaan.

  • Metode Nilai Tukar Ganda

Metode nilai tukar ganda mengkombinasikan kurs ssat ini dan kurs historis dalam proses translasi mata uang asingnya.

  1. Metode Current-Noncurrent

Pada metode ini, asset lancar yang dimiliki anak perusahaan saat itu(contoh, asset yang biasanya bias dikonversi ke kas dalam satu tahun) dan utang lancar (kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun) di translasikan kedalam mata uang induk perusahaan mereka pada laporan keuangannya dengan kurs saat ini. Item laporan laba rugi (kecuali biaya depresiasi dan amortasi) ditranslasikan pada aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan atau rata-rata dasar tambahan yang mencangkup seluruh periode yang dilaporkan. Biaya depresiasi dan amortisasi ditranslasikan pada kurs historis dengan pengaruh saat modal yang dimiliki didapatkan

Sangat disayangkan, metode ini sering kali tidak sesuai dengan kenyataan. Dengan menggunakan kurs akhir bulan untuk translasi mata uang asing asset saat itu mengimplikasikan bahwa semua kas, piutang, dan persediaan dalam mata uang asing dimasukan ke dalam risiko nilai tukar; dengan kata lain, akan bernilai lebih atau kurang dalam mata uang perusahaan induk jika terjadi perubahannilai tukar mata uang dalam setahun. Hal ini secara sederhana tidak benar. Banyak yang menganggap hal tersebut akan tidaksesuai dengan kenyataan, karena analisis selalu menggunakan nilai yang dapat dicapai pada kewajiban jangka panjang perusahaan. Lebih jauh lagi, deinisi current dan noncurrent selalu saja merupakan sebuah skema klarifikasi, bukan lah justifikasi konseptual pada nilai tukar yang digunakan dalam translasi mata uang.

  1. Metode Moneter Nonmoneter

Metode moneter-nonmoneter juga menggunakan skema klasiikasi neraca untuk menentukan nilai tukar mata uang asing yang sesuai. Item nonmoneter (asset tetap, investasi jangka panjang, dan persediaan) ditranslasikan dalam kurs historis. Item laporan labarugi di translasikan dengan prosedur yang sama dengan dijelaskan untuk konsep current-noncurrent. Metode ini melihat asset dan kewajiban moneter sebagai risiko nilai tukar. oleh karena item moneter dimasukkan dalam kas, penggunaan kurs saat ini untuk translasi mata uang asing, item tersebut menghasilkan indicator waktu atas efek nilai tukar dalam periode di mana nilai tukar berubah.

Metode moneter-nonmoneter kurang tepat bagi aset-aset yang di nilai berdasarkan nilai pasar terkini (contoh, investasi, dalam sekuritas dan persediaan, serta aset tetap dicatat kedalam harga pasar). Metode tersebut juga mengubah margin laba pada penjualan yang sesuai dengan harga saat ini dan kurs translasi dengan biaya dari penjualan yang dihitung pada harga perolehan dan kurs translasi.

  1. Metode Kurs Sementara

Dengan metode kurs sementara, translasi mata uang asing tidak mengubah sifat sebuah item yang dihitung; hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan saja. Translasi mata uang asing neraca disajikan ulang menggunakan mata uang item tersebut bukan penilaian actual. Pada GAAP AS, nilai kas dihitung berdasarkan jumlah yang dimiliki pada tanggal neraca. Piutang dan hutang dinyatakan dalam jumlah yang diharapkan untuk diterima atau dibayar pada waktu jatuh temponya. Aset dan kewajiban lain-lain dihitung dengan harga uang yang berlaku pada saat item diterima (harga perolehan).

Pada metode kurs sementara, item moneter seperti kas, piutang, dan utang ditranslasikan dalam kurs nilai. Item nilai nonmoneter ditranslasikan pada kurs yang menjaga dasar perhitungan awal. Aset yang dihitung harga perolehannya pada laporan dengan mata uang asing ditranslasikan pada kurs historis yang menghasilkan dalam mata uang domestik.

Oleh karena kemiripan dengan metode moneter-nonmoneter, metode kurs memberikan banyak keuntungan dan kerugian. Mengabaikan inflasi local secara bebas, metode tersebut memberikan batasan terhadap metode translasi mata uang asing lain.

Metode kurs saat ini memperkirakan bahwa seluruh operasional asing ditunjukan dalam risiko nilai tukar karena semua aset dan kewajiban ditranslasikan pada kurs nilai tukar akhir tahun. Metode current-noncurrent memperkirakan hanya aset dan kewajiban lancar yang dikenakan. Sebaliknya, metode kurs sementara telah didesain untuk  mempertahankan dasar teoritis perhitungan akuntansi yang digunakan dalam mempersiapkan laporan keuangan yang ditranslasikan ke mata uang asing.

Efek Laporan Keuangan

Tampilan 6-8  Neraca Anak Perusahaan Meksiko

Dolar AS sebelum                        Dolar AS Setelah Depresiasi Peso ($0,09)

Devaluasi Peso                             MXN1)

 

 

Peso

 

($0,11=MXN1) Currentrate Current-noncurrent Moneter-nonmoneter Kurs sementara
Aset

Kas

Piutang

Persediaan

Aset tetap

Total

Kewajiban dan ekuitas pemilik

Kewajiban jangka pendek

Kewajiban jangka panjang

Modal pemilik

Total

Pengenaan akuntansi

Keuntungan

(kerugian)

Translasi mata uang asing ($)

 

3000

6000

9000

18.000

36.000

 

 

9000

 

12.000

 

15.000

36.000

 

 

 

$330

600

990

1.980

$3.960

 

 

$990

 

1.320

 

1.650

$3.960

 

 

$270

540

810

1.620

$3.240

 

 

$810

 

1.080

 

1.350

$3.240

 

 

15.000

 

 

 

(300)

 

$270

540

810

 

$3.240

 

 

$810

 

1.320

 

1.470

$3.600

 

 

9.000

 

 

 

(180)

 

$270

540

990

 

$3.780

 

 

$810

 

1.080

 

1.890

$3.780

 

 

(12.000)

 

 

 

240

 

$270

540

810

1.980

$3.600

 

 

$810

 

1.080

 

1.710

$3.600

 

 

(3.000)

 

 

 

60

Catatan; jika nilai tukar tidak berubah, laporan yang ditranslasikan akan memiliki hasil yang sama walaupun menggunakan metode yang berbeda. Asumsikan bahwa persediaan berada dibawah harga atau nilai pasar. Jika dibawah dalam harga perolehan neraca kurs sementara akan sama persis dengan metode moneter-nonmoneter.

Tampilan 6-9 Neraca Anak Perusahaan Meksiko

Dolar AS sebelum                        Dolar AS Setelah Depresiasi Peso ($0,09)

Devaluasi Peso                             MXN1)

 

 

Peso

 

($0,11=MXN1) Currentrate Current-noncurrent Moneter-nonmoneter Kurs sementara  
Penjualan

Biaya penjualan

Depresiasi

Biaya lain-lain

L/R sebelum kena pajak

Pejak penghasilan (30%)

Translasi mata uang asing

L/R bersih/(loss)

40.000

20.000

1.800

8.000

10.200

 

3.060

­

7.140

4.400

2.200

198

880

1.122

 

(337)

­

$785

$3.600

1.800

162

720

918

 

(275)

 

(300)

$343

$3.600

1.800

198

720

822

 

(275)

 

(180)

$427

 

$3.600

2.200

198

720

482

 

(275)

 

240

$447

$3.600

1.800

198

720

822

 

(275)

 

60

$667

Catatan: contoh ini mengasumsikan bahwa laporan laba-rugi dipersiapkan setelah penurunan nilai tukar.

Asumsikan bahwa persediaan dicatat pada pasar saat akhir periode.

Perkiraan jangka waktu untuk modal diasumsikan 10 tahun.

Contoh ini mereflesikan apa yang akan didapatkan jika seluruh keuntungan atau kerugian translasi mata uang asing yang secara langsung diperlihatkan dalam pendapatan lancar.

Pada metode kurs saat ini, perubahan nilai tukar mempengaruhi padanannya dolar pada total oreign currency assets (TA) dan liabilities (TL) (total aset mata uang asing dan kewajiban) anak perusahaan Meksiko pada periode saat itu. Berdasarkan metode kurs saat ini, posisi laba yang diekspos (TA>TL) akan menghasilkan kerugian translasi mata uang asing jika peso Meksiko melemah, dan keuntungan nilai tukar nilai tukar jika peso meningkat. Posisi kewajiban bersih peso meksiko yang diekspos (TA<TL) menghasilkan keuntungan translasi mata uang asing jika peso meksiko melemah dan kerugian jika peso meningkat.

Kegiatan operasional yang memberikan keuntungan sebelum translasi mata uang asing mungkin akan mengalami kerugian dan keuntungan yag menurun setelah translasi mata uang asing. Untuk menjaga dari pengaruh laporan keuang karena pergerakan mata uang, manajer keunagn mungkin akan melakukan manuver protektif yang diketahui sebagai strategis hedging.

Mana yang Lebih Baik

Translasi mata uang asing dibuat untuk tujuan berbeda. Translasi pada anak perusahaan asing untuk menggabungkan akun mereka dengan induk perusahaan cukup berbeda dengan akuntansi translasi mata uang asing pada perusahaan independen yang bertujuan untuk memudahkan beragam peminat saham asing.

Terdapat tiga pendekatan translasi mata uang asing, yaitu : metode kurs historis, metode kurs saat ini dan tidak ada translasi mata uang asing sama sekali. Pada perspektif induk perusahaan, kegiatan operasional diluar negeri merupakan ekstensi kegiatan perusahaan dan sumber arus kas mata uang domestik. Objek dari translasi mata uang asing adalah untuk mengubah unit perhitungan dalam laporan keuangan anak perusahaan diluar negeri terhadap mata uang domestik, dan untuk menyesuaikan laporan mata uang asing kepada GAAP di Negara induk perusahaan. Dan akan tercapai dengan baik melalui metode yang menggunakan kurs historis. Dengan menggunakan kurs sementara karena secara umum menjaga prinsip akuntansi yang digunakan untuk menghitung aset dan kewajiban yang mengubah perhitungan dalam mata uang asing kedalam perhitungan mata uang domestik tanpa mengubah dasar perhitungan dan mudah diadaptasi dalam prosesnya yang menghasilkan penyesuaian akuntansi selama translasi mata uang asing.

Tidak ada translasi mata uang asing yang cocok antara mata uang yang tidak stabil dan mata uang yang stabil. Tidak ada translasi mata uang asing berarti tidak ada laporan keuangan gabungan.tidak dibutuhkan translasi mata uang asing jika laporan keuangan perusahaan independen dikeluarkan hanya untuk tujuan informasi. Laporan manajemen tertentu tidak boleh di translasikan. Menejer internasional yang efektif harus mampu mengevaluasi situasi dan mengambil keputusan dalam penggunaan lebih dari satu unit mata uang.

Kurs Saat ini yang Sesuai

Nilai tukar rata rata sering kali digunakan dalam laporan laba rugi untuk kemudahan penggunaan. Pemilihan nilai tukar yang tidak sesuai tidak begitu jelas, karena beberapa nilai tukar berada dalam pengaruh mata uang pada saat itu. Nilai tukar mata uang asing yang sesuai harus merefleksikan realitas bisnis dan ekonomi sedalam mungkin.

Keuntungan dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing

  • Penangguhan

Beberapa analis bertentangan tentang penangguhan dengan dasar bahwa nilai tukar tidak akan berbalik dengan sendirinya. Bahkan jika pun terjadi, penyesuaian karena nilai tukar penangguhan dalam memprediksi perubahan nilai tukar adalah tugas yang paling sulit.

  • Penangguhan dan Amortisasi

Beberapa perusahaan menangguhkan keuntungan dan kerugian serta mengamortisasi penyesuaian melebihi umur manfaatnya pada masa item neraca terkait. Translasi mata uang asing keuntungan dan kerugian yang berhubungan dengan hutang akan ditangguhkan dan diamortisasi terhadap masa penggunaan aset, berarti, dianggap sebagai laba dengan cara yang sesuai dengan beban depresiasinya. Pendekatan semacam ini terkadang dikritik dengan dasar teori dan praktik. Sebagai contoh, teori keuangan menjelaskan pada kita bahwa keputusan anggaran modal untuk investasi aset tidak bergantung pada keputusan bagaimana untuk membiayainya. Peminjaman biaya domestik tidak disesuaikan untuk merefleksikan perubahan pada tingkat suku bunga atau nilai utang.

  • Penangguhan Sebagian

Pilihan ketiga dalam akuntansi untuk keuntungan dan kerugian hasil translasi mata uang asing adalah dengan mengakui kerugian segera saat terjadinya, akan tetapi mengakui keuntungan hanya jika terealisasi saja. Menangguhkan keuntungan translasi mata uang asing hanya karena keuntungan berarti menolak terjadinya perubahan nilai tukar. Pendekatan tersebut kekurangan kriteria eksplisit untuk menentukan kapan harus mengakui keuntungan translasi mata uang asing. Hal ini mengimplikasikan bahwa keuntungan atau kerugian translasi mata uang asing bukanlah item periodic dan akan “terhapus” dalam jangka panjang.

  • Tidak Ada Penangguhan

Pilihan laporan akhir yang dilakukan oleh banyak perusahaan diseluruh dunia adalah untuk mengenali secara cepat mengenai keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dalam laporan laba – rugi. Memasukkan keuntungan dan kerugian translansi mata uang asing pada pendapatan lancar menimbulkan elemen acak dalam pendapatan yang dapat menghasilkan fluktuasi pendapatan yang signifikan ketika nilai tukar berubah.

Sumber : Frederick, D. S. Choi dan Gary, K,. Meek. 2010. International Accounting. Edisi 6. Buku 1. Diterjemahkan oleh : M. Yusuf Hamdan. Jakarta: Salemba Empat.

Tentang nurulinarhandayani

I love Myself, so be gently to yourself. Because you're really friend who can help you is your own self
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s