HAK CIPTA

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Pengertian Hak Cipta

Hak cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”. Hak cipta dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan. Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas.

Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang melakukannya.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002
TENTANG HAK CIPTA

KETENTUAN PIDANA

Pasal 72

(1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Menurut pendapat saya atas hak cipta yang diambil tanpa seijin penciptanya, sangat jelas melanggar peraturan perundang-perundangan yang berlaku. Bisa saja menggunakan hak cipta orang lain dengan seijin pencipta, apabila pengguna hak cipta tersebut termasuk dari salah satu, sebagai berikut : 1. Ahli Waris , 2. Penerima Hibah, 3. Penerima Wasiat dan 4. Perjanjian tertulis dengan yang mempunyai hak cipta. Atau dengan membayar sejumlah royalty atas persetujuan yang mempunyai hak cipta.

Sudah terlihat jelas dari penjelasan diatas tersebut bahwa pada kenyataannya law envorcement  (kebijakan hukum) kurang memenuhi rasa keadilan. Kadang-kadang hukuman tersebut terlalu ringan untuk menimbulkan efek jera. Meskipun sudah ditetapkan hukum maksimal yang terdapat dalam UUD hampir tidak pernah dilaksanakan. Menurut sepengetahuan saya penindakan terhadap pelanggaran hak cipta belum pernah di tindak lanjuti.

Sumber :

http://masterbiznet.com/catatan-hak-cipta

http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_cipta )

Tentang nurulinarhandayani

I love Myself, so be gently to yourself. Because you're really friend who can help you is your own self
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s