Tugas 2 Perekonomian Indonesia

Tarif Dasar Listrik Naik, Rakyat Kian Terbebani

PEMERINTAH akhirnya memastikan memberikan “kado” tahun baru 2013 bagi masyarakat Indonesia, yaitu berupa kenaikan tarif tenaga listrik (TTL). Kenaikan yang diberlakukan mulai 1 Januari 2013 bagi semua golongan pengguna listrik di atas 900 VA, merupakan sebuah konsekuensi besar bagi beban kehidupan ekonomi rakyat.

Pemerintah beralasan kenaikan tarif dibutuhkan untuk menekan subsidi listrik yang angkanya telah menembus Rp90 triliun. Selain itu, kenaikan tarif dilakukan demi meningkatkan rasio elektrifikasi Indonesia yang baru 75%.

Menurut Menteri ESDM Jero Wacik, kenaikan tarif listrik sebesar 15% pada 2013 akan menghemat subsidi APBN sebesar Rp14 triliun.Kenaikan tersebut juga akan membuka kesempatan bagi 3 juta pelanggan baru yang saat ini belum mendapatkan aliran listrik.

 

Meski pengaturan kenaikan tarif listrik dilakukan secara bertahap yaitu setiap tiga bulan dinaikkan dengan besaran 4,3%,  secara otomatis biaya produksi dunia industri turut membengkak. Akibatnya, untuk menutupinya, kalangan industri dipastikan menaikkan harga jual yang tentunya makin memberatkan anggaran rumah tangga masyarakat .

Karena hampir tak ada jenis barang dan jasa yang bisa terbebas dari tekanan biaya produksi. Kalaupun mereka terpaksa harus bertahan dengan harga lama, pastilah yang diubah spesifikasi produk. Apa boleh buat, kenyataan ini tak bisa ditolak. Untuk barang konsumsi pokok, siapa yang bisa menghindar dari beban kenaikan tarif dasar listrik (TDL) itu. Barangkali untuk barang dan jasa sekunder atau tertier masih bisa ditunda pembeliannya.

Kita menyadari ekonomi Indonesia tanpa subsidi justru lebih baik, lebih efisien, dan lebih sehat. Dengan demikian, kebijakan itu sudah tepat. Pemerintah bertekad mengamankan APBN yang dari tahun ke tahun defisitnya membesar. Defisit itu untuk memberikan kelonggaran dan stimulus pertumbuhan yang lebih besar dari waktu-waktu lalu. Namun, mengapa beban subsidi BBM tidak segera dicabut?

Celakanya, kenaikan harga-harga tersebut hampir bersamaan dengan dampak melambannya kinerja ekspor produk Indonesia di pasar dunia akibat krisis Eropa baru-baru ini.  Sementara masyarakat juga merasa semakin sulit memperoleh tambahan fresh money, karena situasi dan kondisi ekonomi Indonesia memang belum menggembirakan.

Dampak negatif lainnya, pengumuman pemerintah tentang kenaikan TDL mulai Januari tahun depan, jelas berisiko terhadap pergerakan harga barang-barang kebutuhan pokok dan produk industri.  Kekhawatiran itulah yang kini terjadi. Apalagi kenaikan harga kebutuhan pokok terkait dengan suasana Tahun Baru 2013.  

Ironisnya, para petinggi pemerintah mengeluarkan pernyataan bahwa kenaikan harga-harga tersebut dinilai wajar. Padahal masyarakat beban hidupnya sudah semakin berat. Sementara penyebab tidak sehatnya APBN yang disebabkan belanja pegawai PNS dan beban pembayaran utang dan bunga utang luar negeri, pemerintah tampaknya tak mampu melakukan kebijakan drastis misalnya melakukan moratorium penerimaan dan tidak menaikkan gaji PNS.

Sungguh memprihatinkan nasib sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama kalangan bawah. Mereka kini akan dihadapkan dengan persoalan hidup yang semakin berat. Mereka menjerit, karena menghadapi biaya berbagai kebutuhan hidup yang terus meningkat.

 

Menurut Pendapat saya, kegiatan disegala sektor di dunia modern ini tergantung kepada tersedianya sumber tenaga. Dan sebagian sumber tenaga besar sekali ketergantungannya pada tersedianya tenaga listrik , tenaga listrik sendiri itu dihasilkan oleh mesin pembangkit tenaga listrik yang bahan bakarnya masih didominasi oleh BBM (khususnya di Indonesia), yang disubsidi oleh APBN. Alhasil setiap saat kebutuhan akan tenaga listrik meningkat yang otomatis berpengaruh terhadap kenaikan kebutuhan BBM bersubsidi, sehingga setiap saat pula subsidi yang dikeluarkan terus meningkat dan apabila pada saatnya hampir seluruh APBN untuk menanggulangi subsidi BBM, maka akibatnya sektor lain tidak mendapatkan bagian anggaran dari APBN. Ada beberapa hal dampaknya yang terjadi pada perekonomian saat ini, yaitu :

1.) APBN terselamatkan.

2.) Pemadaman aliran listrik bisa ditekan seminimal mungkin.

3.) Harus segera mencari alternatif lain kebutuhan bahan bakar yang lebih murah,efisien  dan tersedia secara signifikan di Indonesia. Contoh : Batu bara, Reaktor nuklir, BBG, dll.

4.) Kenaikan Tarif dasar lsitrik (TDL), akan menaikkan biaya listrik disegala bidang.

5.) Berpengaruh pada kenaikan harga bahan-bahan pokok.

6.) Secara tidak langsung akan meningkatkan derajat pengangguran, dengan kata lain tingkat kemiskinan meningkat, dan meningkatnya kriminalitas secara kualitas dan kuantitas.

7.) Sebagian masyarakat yang tidak bertanggung jawab akan mendapatkan listrik secara ilegal, sehingga tidak harus membayar tagihan listrik.

8.) Kenaikan harga bahan-bahan pokok akan memicu tingkat inflasi, sehingga daya beli masyarakat terhadap barang pun menurun.

9.) Jika biaya produksi meningkat , perusahaan cenderung melakukan efisiensi tenaga kerja (PHK).

 

Source : http://www.majalahpotretindonesia.com/index.php/utama/nasional/1703-tarif-dasar-listrik-naik-rakyat-kian-terbebani

Tentang nurulinarhandayani

I love Myself, so be gently to yourself. Because you're really friend who can help you is your own self
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s